Jumat, 22 September 2017

Dia Masa Laluku (1)

Menulis bukanlah bakatku, dan dengan menulis bukan berarti aku ingin semua orang tau mengenai kisah lalu merasa kasihan denganku. Tapi menulis menurutku, sesuatu hal yang bisa membuatku lega akan sesuatu hal yang terpendam dapat terungkapkan dengan sebuah kata-kata.

Iya, kali ini aku ingin menulis lagi dan mungkin mengenai masa lalu lagi..

Sudah setahun lebih beralu, entah mengapa rasaku tak pernah berubah pada masa lalu. aku merasa perasaan ini masih tetap sama, sama seperti awal kita dipertemukan.
Kini kamu telah memiliki yang baru, entah apa yang aku rasakan..
Apakah aku bahagia karena engkau menemukan yang baru dan sangat lebih baik dariku, ataukah aku bahagia karena Allah telah menunjukkan tentang mana yang terbaik :")
Apakah aku bersedih karena engkau telah berbahagia dengan yang lain? atau karena ini hanya rasa cemburuku yang belum bisa menerima kenyataan?

Jika kamu bertanya, bagaimana perasaanku sekarang. Aku menjawab tidak tau.
Banyak yang menanyakan kepadaku, mengapa aku tidak bisa melupakanmu ataupun mengikhlaskanmu. Aku jawab aku tidak tau.
Maafkan aku, tapi percayalah. Suatu hari nanti aku akan menghilang dan akan benar2 menghilang dari kehidupanmu. Tapi beri aku waktu, karena aku bukan kamu yang mudah untuk mengikhlaskan sesuatu hal yang telah membuatku nyaman dulunya..

Aku tau dia sangat baik dan sangat jauh lebih baik dariku. "Semoga kamu bahagia dengannya" mungkin ini kata-kata yang paling menyakitkan memang bagiku. Tapi, mungkin dengan ini aku ingin belajar untuk benar-benar melepaskan bersama orang lain, berhenti berharap, berhenti untuk mengingat masa lalu yang dulu sebelum kita berpisah kamu mengatakan untuk kita saling menjaga diri :")

Maafkan aku, yang menjadi pengganggu hidupmu. Semoga kamu dan dia bahagia..
Teruntuk kamu yang pernah membuatku nyaman :)

Rabu, 19 Juli 2017

Twin Tower, Malaysia 2016

Gemiricik masa lalu..


Wahai masa lalu, apa kabarmu?
jika dunia ini tidak ada namanya teknologi canggih, mungkin kata melupakan mudah terjadi
tapi sayang, teknologi sekarang sudah terlalu canggih.
terkadang aku terlena untuk mengetahui sedang apa kamu? apa yang kamu lakukan? bagaimana harimu? apakah menyenangkan, ada masalah, ataukah kamu telah berbahagia dengannya :)

Wahai masa lalu,
tahukah kamu kenapa aku sulit melupakan seuatu hal yang pernah terjadi?
tahukah kamu aku iri dengan dia yang sekarang menggantikan posisiku?
tahukah kamu tulisan ini untukmu?

Wahai masa lalu,
aku sadar aku tak akan bisa untuk melupakanmu, karena melupakan adalah yang salah.
ini salahku memang, memelukmu terlalu erat sehingga melepaskamu sangat sulit bagiku.
ini teguran, bantu aku mengikhlaskanmu wahai masa lalu bukan melupakanmu. Jangan buat aku kecewa..

Wahai masa lalu,
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku masih berharap Allah menyatukan kita kembali atau tidak.
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku membencimu atau tidak
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku merindukanmu atau tidah

Wahai masa lalu,
sebenarnya aku ingin kamu pergi dari kehidupanku, tak mucul dimanapun itu,
tapi,
sejujurnya, aku merindukanmu masa lalu..

Wahai masa lalu,
iya aku rindu, kamu apa kabar?

tertanda :15 Mei 2015 - 21 Agustus 2016

Selasa, 18 Juli 2017

Wahai cerminan diri,


Sebelum engkau bercerita mungkin aku telah mengetahuinya,
Tulisanmu begitu indah, mungkin orang yang membacanya akan berfikir sama sepertiku,
iya, berfikir seandainya suatu hari calonmu itu adalah aku.

Lucu memang, sangat lucu. Mengapa?
karena aku sadar,bagaimana mungkin engkau yang selalu mengingat-Nya bersamaku kelak yang masih sibuk dengan duniaku.
Katanya, kamu adalah cerminan diriku.. Jika aku tak sebaik dirimu, maka kamu itu bukanlah kamu..
aku iri, bahkan mungkin aku sangat iri jika suatu hari kamu menemukan bayangan cerminan dirimu itu bukanlah aku..

Tapi tak mengapa, Jika kamu disana berusaha untuk baik dan mencintaiku karena-Nya. InsyaAllah aku juga akan berusah menjadi seperti dirimu karena Allah. Dan hanya kepada Allah lah kita berharap, bahwa pertemuan itu pasti ada. Dan jika suatu hari nanti, Bayangan cerminku adalah kamu, mungkin aku wanita beruntung untuk didunia dan diakhirat. dan jika bukan, aku tetap menjadi wanita yang beruntung karena pernah mengenalmu..

Wahai, engkau yang masih menantiku..

Senin, 25 Juli 2016

Abses Periodontal


Definisi 
  •  Suatu inflamasi purulen yang terlokalisir pada jaringan periodonsium
Etiologi 
Etiologi abses periodontal dibagi atas 2, yaitu:
a. Abses periodontal berhubungan dengan periodontitis

Hal- hal yang menyebabkan abses periodontal yang berhubungan dengan periodontitis adalah:
  1. Adanya saku periodontal yang dalam dan berliku.
  2. Penutupan marginal saku periodontal yang dapat mengakibatkan perluasan infeksi ke jaringan periodontal sekitarnya karena tekanan pus di dalam saku tertutup.
  3. Perubahan dalam komposisi mikroflora, virulensi bakteri, atau dalam pertahanan host bisa juga membuat lumen saku tidak efisien dalam meningkatkan pengeluaran suppurasi.
  4. Pengobatan dengan antibiotik sistemik tanpa debridemen subgingiva pada pasien dengan periodontitis lanjut juga dapat menyebabkan pembentukan abses
b. Abses periodontal tidak berhubungan dengan periodontitis

Hal-hal yang menyebabkan abses periodontal yang tidak berhubungan dengan periodontitis adalah:
  1. Impaksi dari benda asing seperti potongan dental floss, biji popcorn, potongan tusuk gigi, tulang ikan, atau objek yang tidak diketahui.
  2. Perforasi dari dinding gigi oleh instrumen endodontik.
  3. Infeksi lateral kista.
  4. Faktor-faktor lokal yang mempengaruhi morfologi akar dapat menjadi predisposisi pembentukan abses periodontal. Adanya cervical cemental tears dapat memicu pekembangan yang cepat dari periodontitis dan perkembangan abses. 
Klasifikasi
Abses periodontal dapat di klasifikasikan atas 3 kriteria, yaitu:
1. Berdasarkan lokasi abses
    a. Abses gingiva
  • Merupakan infeksi lokal purulen yang terletak pada marginal gingiva atau papila interdental dan merupakan lesi inflamasi akut yang mungkin timbul dari berbagai faktor, termasuk infeksi plak mikroba, trauma, dan impaksi benda asing. 
  • Gambaran klinisnya merah, licin, kadang-kadang sangat sakit dan pembengkakan sering berfluktuasi.
Abses Gingiva


Abses gingiva pada gigi kaninus
dan premolar satu kanan bawah
 b. Abses periodontal
  • Merupakan infeksi lokal purulen di dalam dinding gingiva pada saku periodontal yang dapat menyebabkan destruksi ligamen periodontal dan tulang alveolar
  • Secara khusus ditemukan pada pasien dengan periodontitis yang tidak dirawat dan berhubungan dengan saku periodontal yang sedang dan dalam, biasanya terletak diluar daerah mukogingiva
  • Gambaran klinisnya
- Terlihat licin,
- Pembengkakan gingiva mengkilat disertai rasa sakit,
- Daerah pembengkakan gingivanya lunak karena adanya eksudat purulen
- Meningkatnya kedalaman probing,
- Gigi menjadi sensitif bila diperkusi dan mungkin menjadi mobiliti serta kehilangan perlekatan periodontal dengan cepat dapat terjadi
  • Sering muncul sebagai eksaserbasi akut dari saku periodontal yang ada sebelumnya terutama terkait pada ketidaksempurnaan dalam menghilangkan kalkulus dan tindakan medis seperti pada pasien setelah perawatan bedah periodontal, setelah pemeliharaan preventif, setelah terapi antibiotik sistemik dan akibat dari penyakit rekuren
  • Pembentukan abses periodontal merupakan penyebab utama kehilangan gigi. Namun, dengan perawatan yang tepat dan perawatan preventif yang konsisten, gigi dengan kehilangan tulang yang signifikan dapat dipertahankan selama bertahun-tahun.
Abses Periodontal
c. Abses perikoronal
  • Merupakan akibat dari inflamasi jaringan lunak operkulum, yang menutupi sebagian erupsi gigi.
  • Keadaan ini paling sering terjadi pada gigi molar tiga rahang atas dan rahang bawah.
  • Etiologi : retensi dari plak mikroba dan impaksi makanan atau trauma.
  • Gambaran klinis 
- Gingiva berwarna merah terlokalisir,
- Bengkak,
- Lesi yang sakit jika disentuh dan memungkinkan terbentuknya eksudat purulen, trismus, limfadenopati, demam dan malaise.
Abses Perikoronal
2. Berdasarkan jalannya lesi
a. Abses periodontal akut
Gejala :
  • Sakit, 
  • Edematous, 
  • Lunak, 
  • Pembengkakan, dengan penekanan yang lembut di jumpai adanya pus, 
  • Peka terhadap perkusi gigi dan terasa nyeri pada saku, 
  • Sensitifitas terhadap palpasi dan kadang disertai demam dan limfadenopati
Abses Periodontal