Dia Masa Laluku (1)
Menulis bukanlah bakatku, dan dengan menulis bukan berarti aku ingin semua orang tau mengenai kisah lalu merasa kasihan denganku. Tapi menulis menurutku, sesuatu hal yang bisa membuatku lega akan sesuatu hal yang terpendam dapat terungkapkan dengan sebuah kata-kata.
Iya, kali ini aku ingin menulis lagi dan mungkin mengenai masa lalu lagi..
Sudah setahun lebih beralu, entah mengapa rasaku tak pernah berubah pada masa lalu. aku merasa perasaan ini masih tetap sama, sama seperti awal kita dipertemukan.
Kini kamu telah memiliki yang baru, entah apa yang aku rasakan..
Apakah aku bahagia karena engkau menemukan yang baru dan sangat lebih baik dariku, ataukah aku bahagia karena Allah telah menunjukkan tentang mana yang terbaik :")
Apakah aku bersedih karena engkau telah berbahagia dengan yang lain? atau karena ini hanya rasa cemburuku yang belum bisa menerima kenyataan?
Jika kamu bertanya, bagaimana perasaanku sekarang. Aku menjawab tidak tau.
Banyak yang menanyakan kepadaku, mengapa aku tidak bisa melupakanmu ataupun mengikhlaskanmu. Aku jawab aku tidak tau.
Maafkan aku, tapi percayalah. Suatu hari nanti aku akan menghilang dan akan benar2 menghilang dari kehidupanmu. Tapi beri aku waktu, karena aku bukan kamu yang mudah untuk mengikhlaskan sesuatu hal yang telah membuatku nyaman dulunya..
Aku tau dia sangat baik dan sangat jauh lebih baik dariku. "Semoga kamu bahagia dengannya" mungkin ini kata-kata yang paling menyakitkan memang bagiku. Tapi, mungkin dengan ini aku ingin belajar untuk benar-benar melepaskan bersama orang lain, berhenti berharap, berhenti untuk mengingat masa lalu yang dulu sebelum kita berpisah kamu mengatakan untuk kita saling menjaga diri :")
Maafkan aku, yang menjadi pengganggu hidupmu. Semoga kamu dan dia bahagia..
Teruntuk kamu yang pernah membuatku nyaman :)
Jumat, 22 September 2017
Rabu, 19 Juli 2017
![]() |
| Twin Tower, Malaysia 2016 |
Gemiricik masa lalu..
Wahai masa lalu, apa kabarmu?
jika dunia ini tidak ada namanya teknologi canggih, mungkin kata melupakan mudah terjadi
tapi sayang, teknologi sekarang sudah terlalu canggih.
terkadang aku terlena untuk mengetahui sedang apa kamu? apa yang kamu lakukan? bagaimana harimu? apakah menyenangkan, ada masalah, ataukah kamu telah berbahagia dengannya :)
Wahai masa lalu,
tahukah kamu kenapa aku sulit melupakan seuatu hal yang pernah terjadi?
tahukah kamu aku iri dengan dia yang sekarang menggantikan posisiku?
tahukah kamu tulisan ini untukmu?
Wahai masa lalu,
aku sadar aku tak akan bisa untuk melupakanmu, karena melupakan adalah yang salah.
ini salahku memang, memelukmu terlalu erat sehingga melepaskamu sangat sulit bagiku.
ini teguran, bantu aku mengikhlaskanmu wahai masa lalu bukan melupakanmu. Jangan buat aku kecewa..
Wahai masa lalu,
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku masih berharap Allah menyatukan kita kembali atau tidak.
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku membencimu atau tidak
aku tak tau dengan perasaanku, apakah aku merindukanmu atau tidah
Wahai masa lalu,
sebenarnya aku ingin kamu pergi dari kehidupanku, tak mucul dimanapun itu,
tapi,
sejujurnya, aku merindukanmu masa lalu..
Wahai masa lalu,
iya aku rindu, kamu apa kabar?
tertanda :15 Mei 2015 - 21 Agustus 2016
Selasa, 18 Juli 2017
Wahai cerminan diri,
Sebelum engkau bercerita mungkin aku telah mengetahuinya,
Tulisanmu begitu indah, mungkin orang yang membacanya akan berfikir sama sepertiku,
iya, berfikir seandainya suatu hari calonmu itu adalah aku.
Lucu memang, sangat lucu. Mengapa?
karena aku sadar,bagaimana mungkin engkau yang selalu mengingat-Nya bersamaku kelak yang masih sibuk dengan duniaku.
Katanya, kamu adalah cerminan diriku.. Jika aku tak sebaik dirimu, maka kamu itu bukanlah kamu..
aku iri, bahkan mungkin aku sangat iri jika suatu hari kamu menemukan bayangan cerminan dirimu itu bukanlah aku..
Tapi tak mengapa, Jika kamu disana berusaha untuk baik dan mencintaiku karena-Nya. InsyaAllah aku juga akan berusah menjadi seperti dirimu karena Allah. Dan hanya kepada Allah lah kita berharap, bahwa pertemuan itu pasti ada. Dan jika suatu hari nanti, Bayangan cerminku adalah kamu, mungkin aku wanita beruntung untuk didunia dan diakhirat. dan jika bukan, aku tetap menjadi wanita yang beruntung karena pernah mengenalmu..
Wahai, engkau yang masih menantiku..
Langganan:
Postingan (Atom)
